Selamat Datang di Dunia Mimpi , ,raihlah dan kejarlah mimpimu tuk menjadi Nyata !

Sabtu, 26 November 2011

Jenis- jenis Landasan Pendidikan

Asumsi-asumsi yang menjadi titik tolak dalam rangka pendidikan berasal
dari berbagai sumber, dapat bersumber dari agama, filsafat, ilmu, dan hukum
atau yuridis. Berdasarkan sumbernya jenis landasan pendidikan dapat
diidentifikasi dan dikelompokkan menjadi: 1) landasan religius pendidikan, 2)
landasan filosofis pendidikan, 3) landasan ilmiah pendidikan, dan 4) landasan
hukum/yuridis pendidikan.

Landasan Filosofis Pendidikan. Landasan filosofis pendidikan adalah
asumsi-asumsi yang bersumber dari filsafat yang menjadi titik tolak dalam
pendidikan. Ada berbagai aliran filsafat, antara lain: Idealisme, Realisme,
Pragmatisme, Pancasila, dsb. Landasan filosofis pendidikan tidaklah satu
melainkan ragam sebagaimana ragamnya aliran filsafat. Sebab itu, dikenal
adanya landasan filosofis pendidikan Idealisme, landasan filsofis pendidikan
Pragmatisme, dsb. Contoh: Penganut Realisme antara lain berpendapat bahwa
“pengetahuan yang benar diperoleh manusia melalui pengalaman dria”.
Implikasinya, penganut Realisme mengutamakan metode mengajar yang
memberikan kesempatan kepada para siswa untuk memperoleh pengetahuan
melalui pengalaman langsung (misal: melalui observasi, praktikum, dsb.) atau
pengalaman tidak langsung (misal: melalui membaca laporan-laporan hasil
penelitian, dsb).
Selain tersajikan berdasarkan aliran-alirannya, landasan filosofis
pendidikan dapat pula disajikan berdasarkan tema-tema tertentu. Misalnya
dalam tema: “Manusia sebagai Animal Educandum” (M.J. Langeveld, 1980),
Man and Education” (Frost, Jr., 1957), dll.
Berbeda dengan landasan filsafat Pendidikan, Landasan ilmiah pendidikan
adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari disiplin ilmu tertentu yang menjadi
titik tolak dalam pendidikan. Sebagaimana Anda ketahui terdapat berbagai
disiplin ilmu, seperti: psikologi, sosiologi, ekonomi, antropologi, sejarah,
biologi, dsb. Sebab itu, ada berbagai jenis landasan ilmiah pendidikan, antara
lain: landasan psikologis pendidikan, landasan sosiologis pendidikan, landasan
biologis pendidikan, landasan antropologis pendidikan, landasan historis
pendidikan, landasan ekonomi pendidikan, landasan politik pendidikan, dan
landasan fisiologis pendidikan.
·
Landasan Hukum/Yuridis Pendidikan. Landasan hukum/yuridis
pendidikan adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari peraturan perundangan
yang berlaku, yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan. Contoh: Di dalam
UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan:
“Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib
mengikuti pendidikan dasar” (Pasal 6); “Setiap warga Negara yang berusia 6
tahun dapat mengikuti program wajib belajar” (Pasal 34). Implikasinya, Kepala
Sekolah Dasar atau panitia penerimaan siswa baru di SD harus memprioritaskan
anak-anak (pendaftar) berusia tujuh tahun untuk diterima sebagai siswa
daripada anak-anak yang baru mencapai usia enam tahun. Karena itu, panitia
penerimaan siswa baru perlu menyusun daftar urut anak (pendaftar)
berdasarkan usianya, baru menetapkan batas nomor urut pendaftar yang akan
diterima sesuai kapasitas yang dimiliki sekolah.
Upaya mengidentifikasi dan mengelompokkan jenis-jenis landasan
pendidikan, di samping dapat dilakukan berdasarkan sumbernya (sebagaimana
telah Anda pahami dari uraian di atas), dapat pula dilakukan berdasarkan sifat isi
dari asumsi-asumsinya. Berdasarkan sifat isi asumsi-asumsinya, landasan
pendidikan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: 1) landasan deskriptif
pendidikan dan 2) landasan preskriptif pendidikan.
Landasan deskriptif pendidikan adalah asumsi-asumsi tentang kehidupan
manusia sebagai sasaran pendidikan apa adanya (Dasein) yang dijadikan titik
tolak dalam rangka pendidikan. Landasan deskriptif pendidikan umumnya
bersumber dari hasil riset ilmiah dalam berbagai disiplin ilmu, sebab itu
landasan deskriptif pendidikan disebut juga landasan ilmiah pendidikan atau
landasan faktual pendidikan. Landasan deskriptif pendidikan antara lain
meliputi: landasan psikologis pendidikan, landasan biologis pendidikan,
landasan sosiologis pendidikan, landasan antropologis pendidikan, dsb. Adapun
landasan preskriptif pendidikan adalah asumsi-asumsi tentang kehidupan
manusia yang ideal/diharapkan/dicita-citakan (Das Sollen) yang disarankan
menjadi titik tolak studi pendidikan dan/atau praktek pendidikan. Landasan
preskriptif pendidikan antara lain meliputi: landasan filosofis pendidikan,
landasan religius pendidikan, dan landasan yuridis pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share it